Sabtu, 14 Maret 2020

The Introvert Advantage Menjadi Bersinar dengan Caramu


The Introvert Advantage
Menjadi Bersinar dengan Caramu

Apakah Anda sering merasa sendirian di tengah keramaian?
Apakah Anda merasa lebih berenergi ketika menghabiskan waktu sendirian?
Di dalam rapat, apakah Anda merasa kesulitan mengungkapkan ide atau opini Anda?
Apakah Anda termasuk orang yang terlalu memperhtikan hal-hal kecil?
Apakah Anda merasa sangat kaku sementara di sekeliling Anda menari dengan riang?
Selamat, Anda adalah seorang introver. Dengan mengakui dan menghargai keunikan Anda, hidup Anda akan lebih bermakna.
Hidupkan Cahaya Anda!

Sering kali kita menganggap kepribadian introver itu memalukan. Kita selalu merasa didiskriminasikan dalam suatu forum. Bicara sepatah dua patah kata dengan gugup. Atau kita akan menghindari undangan pesta karena justru di sana kita merasa dihilangkan, tidak dianggap sebagai manusia.
Berbeda dengan orang ekstrover, mereka adalah panutan semua orang. Siapa yang tidak ingin punya sifat seperti mereka, public speaking yang memukau, sigap dan aktif dalam setiap persoalan, kehidupannya riang dan menyenangkan, bersosialisasi dengan orang banyak bukan masalah besar?
Karena perbedaan ini kita merasa kecil dan sering menyalahkan diri sendiri kenapa Aku tidak seperti mereka?

Sebenarnya ada yang perlu diluruskan dari perasaan seperti ini. Introversi bukan sebuah kutukan untuk Anda melainkan memang sebuah temperamen yang sangat mungkin dimiliki oleh manusia. Lalu kenapa Anda merasa hanya Anda lah seorang diri yang memiliki temperamen seperti itu dibandingkan dengan jumlah orang dengan temperamen ekstrover? Percayalah Anda tidak sendirian.
Otto Kroeger dan Janet Thuesen, Konsultan Psikologi menyatakan dalam bukunya yang berjudul Type Talk, bahwa kaum introver kalah jumlah dengan ekstrover, 3:1. Karenanya Anda hanya akan sedikit sekali menemukan orang yang punya kecenderungan sama seperti Anda.

3:1 merupakan perbedaan yang cukup siginifikan. Hal ini harus kita luruskan agar tidak ada rasa mendominasi atau terdiskriminasi. Sudah waktunya bagi seorang introver untuk mengakui betapa uniknya mereka. Kita tidak perlu terlalu memakasakan diri untuk bisa ‘sama’ dengan mereka. Saatnya kita menghargai diri sendiri sebagaimana adanya.

Ada 4 hal dasar yang dapat kita pelajari dari buku ini. 1) Bagaimana mengetahui apakah Anda si ekstrover atau introver; 2) bagaimana caranya Anda menggali keuntungan menjadi seorang introver; 3) bagaimana Anda perlu merawat sifat alami Anda; 4) serta bagaimana Anda menjadi si introver yang matang dan siap menghadapi dunia ekstrover.


1) Menemukan Perbedaan Innie atau Outie
Innies adalah sebutan untuk orang dengan temperamen introver dan outies sebutan untuk orang dengan temperamen ekstrover.
Sejatinya, introversi adalah sebuah temperamen. Introversi tidak sama dengan pemalu, orang yang menutup diri, dan ini bukanlah suatu cacat mental.
Ciri yang membedakan introver dan ekstover adalah sumber kekuatan mereka. Kaum introver bisa mendapat kekuatan mereka kembali dengan merenung, menghindari keramaian, atau melakukan suatu aktitivitas yang terpusat ke dalam dirinya sendiri. Sifat inilah yang kemudian kita tafsirkan seprang introver itu pendiam atau pemalu. 

Sedangkan kaum ekstrover mendapatkan energinya dari lingkungan di luar dirinya. Bagi kaum ekstrover, berdiam diri, duduk sendirian, akan sangat menyesakkan. Mereka harus berinteraksi atau bergerak agar kembali bersemangat. Tapi tidak menutup kemungkinan ada orang introver yang bersikap aktif dan ada juga orang oesktrover tapi pemalu. Untuk mengenali dari lebih spesifik bisa dilakukan dengan tes stiffin. InsyaaAllah di artikel selanjutnya yaa.

2)      Keuntungan menjadi introver
Kebanyakan introver tidak menyadari bagaimana dia memahami sesuatu. Mereka akan melakukan pemahaman secara mendalam pada suatu objek tertentu secara menyeluruh sebelum beralih kepada hal lain. Orang yang pendiam sering kali mempunyai wawasan yang mendalam.
Air yang dangkal di sungai atau selokan bergerak dengan cepat: Air yang dalam terlihat lebih tenang. -James Rogers
            Kaum introver dapat mengakses talenta mereka seperti kemampuan untuk berkonsentrasi dan bertanya, akan tetapi mereka hanya dapat melakukannya di lingkungan yang kondusif. Kaum introver berani menampilkan dirinya karena terdorong untuk mencari sesuatu yang bermakna, sebuah talenta yang tidak lazim, atau situasi yang luar biasa. Mereka lebih menyukai percakapan yang bermakna, yang memberi pengetahuan, dan mengisi energi mereka.-Martin Olsen Laney

3)      Bagaimana Anda perlu merawat sifat alami Anda
Sekali lagi introver bukan sebuah kutukan yang harus kita hindari. Kita hanya perlu menggali potensi alami dalam diri. Menjalankan  sesuatu sesuai keinginan kita akan lebih menyenangkan. Kita tidak perlu menjadi si ekstrover untuk meraih kesenangan. Sisi  paling berharga dan teristimewa dari seorang isntrover tidak mudah ditunjukkan ke dunia luar. Perlu waktu, kepercayaan diri, dan kondisi yang tepat untuk membuka dirinya. 

Di dalam Anda terdapat sautu keheningan dan sebuah tempat berlindung yang dapat Anda gunakan setiap kali Anda inginkan, dan tempat yang membuat Anda bisa menjadi diri Anda sepenuhnya. -Herman Gerge

Sebuah kejutan yang sangat indah untuk akhirnya menyadari betapa menyenangkan kesendirian itu. -Ellen Burstyn 

4)      Bagaimana agar Anda siap menghadapi dunia si ekstrover
Pertama, kita pahami diri kita sendiri. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa Anda siap menjadi seorang Innie yang matang. Buka pikiran bahwa dunia ekstrover tidak akan menjerumuskanmu. Kamu yang akan memegang kendalinya.
Beberapa tips yang bisa dicoba untuk seorang introver :
1. Menghindari kebisingan. Kebisingan membuat seorang introver cepat lemas dan tidak bertenaga.
2. Makan camilan yang berprotein seperti kacang-kacangan untuk mengatasi lemas atau tidak bertenaga.
3. Selalu sediakan air, sekali lagi untuk mengisi tenaga yang terkuras.
4. Putar lagu-lagu yang menenangkan.
5. Bawa sesuatu yang akrab dengan Anda agar Anda tidak merasa sendirian.
Kenapa seorang Innie harus mengirit tenaganya ketika berada di lingkungan outie?
Karena berada di lingkungan outie membutuhkan lebih banyak tenaga dari biasanya.Sama halnya seorang ekstrover berada di lingkungan introver, tenaganya tidak akan tersalurkan. Biasanya dia bergerak aktif ke sana kemari, dia tidak akan betah duduk seharian hanya di depan buku.
            Semoga bermanfaat ;)

Jember, 15 Maret 2020
           
Jadilah hebat versi Anda sendiri!






30 Menit yang Menginspirasi Bersama Ahmad Rifai Rif'an

Dok. Pri. Arinal Kemarin sore ikut bedah bukunya Kak Ahmad Rifai Rif'an. Salah satu penulis idola waktu di pondok dulu. Yang bukunya sam...